27.9.11
15.9.11
0 Alasan Superhero Tak Mau Membantu di Indonesia
Dengan meningkatnya tingkat kriminalitas di ibukota dewasa ini,
pemerintah Indonesia telah mengirimkan proposal penawaran kerja kepada
sejumlah superhero dari negara paman Sam.
Proposal ini menawarkan suatu bentuk kerjasama dimana para superhero
diminta kesediaannya untuk bekerja di Indonesia dalam kerjasama dengan
Mabes Polri untuk memerangi kriminalitas yang marak terjadi di kota2
besar Indonesia , khususnya Jakarta .
Tetapi tidak diduga sejumlah besar superhero MENOLAK ajakan kerjasama ini.
Berikut adalah alasan penolakan tersebut,
1. BATMAN (Bruce Wayne)
Bruce Wayne menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan yang terlalu
dibuat-buat. ALasan beliau adalah DIA KEBERATAN MENANGGUNG PAJAK IMPOR
BAT-MOBILE KE INDONESIA. BAYANGIN AJA PAJAK IMPOR MOBIL MEWAH YANG
SELANGIT, APALAGI UNTUK BAT-MOBIL YANG SECANGGIH ITU.
2. SPIDERMAN (Peter Parker)
Parker juga menolak ajakan kerjasama ini dengan alas an DI INDONESIA
HANYA ADA SEDIKIT SEKALI GEDUNG TINGGI, YANG MENYULITKAN DIA UNTUK
BERGELANTUNGAN DARI GEDUNG KE GEDUNG. KALAUPUN ADA GEDUNG TINGGI,
JARAKNYA TERLALU BERJAUHAN, SEHINGGA SANGAT MENYULITKAN. BELUM LAGI SAAT
BERGELANTUNGAN, DIA TAKUT KECANTOL KABEL LISTRIK DAN TELEPON YANG
BANYAK BERSERAKAN DI LANGIT-LANGIT KOTA BESAR INDONESIA
3. INVISIBLE GIRL (Susan Storm)
Menolak dengan alasan MINDER. Kemampuan menghilang yang dimilikinya
masih jauh kalah dengan kemampuan menghilang orang-orang Indonesia.
Berikut wawancara yang dilakukan dengan CNN SAYA SIH HANYA BISA
MENGHILANGKAN DIRI SAYA SENDIRI. BANYAK ORANG DI INDONESIA YANG BUKAN
HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SENDIRI, MALAHAN HUTANG, ASSET-ASET NEGARA
YANG PERNAH DIKUASAI, SAMPAI HUTANG-HUTANG KORUPSI PUN BISA DIHILANGKAN
JUGA. JADI SAYA MINDER NIH…..
4. THE THING
Menolak dengan alasan DI INDONESIA SUDAH BANYAK ORANG DENGAN KULIT YANG
LEBIH TEBAL DARI SAYA. BUKAN HANYA KEBAL PELURU, MALAHAN SUDAH KEBAL
MALU SEGALA.
5. HUMAN TORCH (Johnny Storm)
Menolak juga sama dengan anggota-anggota Fantastic 4 yang lain, karena
BELUM JUGA MULAI BEKERJA, DIA UDAH MENDAPAT PANGGILAN DARI KEJAGUNG
KARENA DICURIGAI MENJADI DALANG TERBAKARNYA BEBERAPA PASAR DI INDONESIA.
6. THE FLASH (Barry Allen)
Sebenarnya Allen sudah mempertimbangkan untuk menerima proposal ini,
tetapi setelah melakukan survey ke berbagai lembaga pemerintahan dia
akhirnya menolak. BAYANGKAN AJA, UNTUK MENDAPATKAN TANDA TANGAN KTP AJA
ORANG HARUS MENUNGGU BERHARI-HARI. ITU AJA MASIH SABAR. JADI KESIMPULAN
SAYA, ORANG INDONESIA TIDAK MEMERLUKAN SEORANG SUPERHERO YANG MEMILIKI
KEKUATAN BERUPA KECEPATAN. KECEPATAN TIDAK ADA ARTINYA BUAT BANGSA YANG
ALON-ALON ASAL KELAKON.
7. SUPERMAN (Clark Kent )
Sang manusia baja ini menolak dengan sopan, karena SAYA TAKUT
DISANGKUTKAN DENGAN TUNTUTAN MELAKUKAN AKSI PORNOGRAFI/PORNOAKS I KARENA
CELANA DALAM SAYA DI DEPAN.
8. AQUAMAN
Merasa tidak kuat setelah mencoba pekerjaan baru di Indonesia , karena LAUTNYA UDAH TERCEMAR LUMPUR LAPINDO
9. WONDER WOMAN
Pada mulanya, sang peace ambassador dari atlantea ini merasa yakin bisa
membantu pemerintah Indonesia. Tetapi setelah pengamatan lebih lanjut,
dia akhirnya menolak juga dengan alasan KALO SAYA MATI DI US DALAM
MENUNAIKAN TUGAS KAN MASIH BERGENGSI, DIBUNUH MONSTER / VILLAIN. DI
INDONESIA BISA-BIASA SAYA MATI DIGREBEK FPI GARA-GARA KOSTUM SAYA YANG
SUPER SEKSI INI.
10 CAT WOMAN
Menolak setelah ketakutan mendengar lagu KUCING GARONG.
11 HULK (Bruce Banner)
Banner menolak karena JALAN-JALAN DI INDONESIA TERLALU SEMPIT UNTUK
UKURAN TUBUHNYA. BELUM LAGI KALO NGEJAR VILLAIN SAMPAI KE GANG-GANG
PERUMAHAN, NTAR KENA PORTAL, BELUM LAGI DIMINTAI DUIT CEPE-AN. MAU AMBIL
DARI MANA???? GW KAN GA PAKE BAJU. BELUM LAGI KALO NYEBRANG JALAN,
DISORAKIN DISANGKA SI KOMO.
28.7.11
0 coretanku buat INA's edu
“Menurut kamu apa fokus utama yang harus diperbaiki di dunia pendidikan saat ini?”
Ya, mungkin suatu pertanyaan yang mungkin bisa mudah atau bahkan susah untuk menjawabnya. Kini pendidikan tak hanya dapat dilihat dari satu perspektif saja namun juga bisa dilihat dari berbagai perspektif, itulah mungkin yang menjadikan susah untuk menjawab pertanyaan di awal, namun tentunya ada satu hal yang menjadikan akar dari permasalahan pendidikan Indonesia yang sering dikeluhkan.
“Jer Basuki Mawa Bea”, ya itulah pepatah jawa yang artinya setiap keinginan untuk mencapai sesuatu pastinya membutuhkan pengeluaran atau biaya baik banyak maupun sedikit. Seperti halnya perkembangan di dunia pendidikan juga perlu adanya faktor penunjang berupa biaya yang besar serta transparan demi tercapainya visi.
Benar 20% dari uang negara dianggarkan untuk pendidikan, namun sudah transparankah? sudah benar-benar dialokasikan untuk pendidikankah? apakah distribusi anggaran sudah merata baik kota maupun kabupaten? atau bahkan sama sekali tidak masuk kantong pendidikan?
Jika semuanya benar-benar sudah dilakukan mengapa masih saja pendidikan menjadi satu hal yang seringkali dikeluhkan oleh banyak warga Indonesia? Lalu kemanakah dana 20% uang negara itu dialirkan? Seharusnya dengan 20% uang Negara yang dianggarkan untuk pendidikan tidak ada lagi keluh kesah bahwa pendidikan itu mahal dan tidak berkualitas.
Hal terpenting yang harus diwujudkan adalah semua warga Indonesia khususnya usia pelajar 5 – 18 tahun harus mengenyam pendidikan. Delapan puluh persen anak Indonesia putus sekolah karena kesulitan ekonomi untuk membeli pakaian seragam, buku, transport atau kesulitan ekonomi yang mengharuskan mereka harus bekerja sehingga tidak mungkin bersekolah. Di daerah pedalaman banyak sekolah yang berjarak sangat jauh untuk ditempuh dari rumah. Lantaran Indonesia memang negara kepulauan, bergunung-gunung, dan populasinya menyebar sehingga tidak ada jaminan kuantitas dan kualitas pendidikan yang baik bagi orang yang tinggal di pedalaman. Masalah kuantitas seperti ini dari tahun ke tahun tidak kunjung terselesaikan bahkan semakin meningkat.
Benar kualitas pendidikan di Indonesia sangat kurang di banding negara-negara berkembang lainnya. Dan saat ini memang terbukti banyak sekolah dan kampus yang menggalakkan suatu perbaikan kurikulum agar setara dengan kualitas internasional. Namun sekali lagi yang disayangkan ketika peningkatan kualitas yang tidak dibarengi dengan peningkatan kuantitas pelajar Indonesia akan menjadikan masalah pendidikan Indonesia semakin terpuruk. Masih banyak anak usia pelajar yang tidak dapat bersekolah dengan alasan-alasan yang mungkin klasik.
Harapannya anggaran dana pendidikan yang sekian banyak benar-benar dialirakan ke kantong pendidikan, sehingga kuantitas maupun kualitas pendidikan dapat diperbaiki dan ditingkatkan. Dengan meningkatnya kuantitas dan kualitas pendidikan tentunya diharapkan tidak ada lagi anak-anak putus sekolah, anak pedalaman juga turut mengeyam pendidikan, pendidikan tersebar merata di setiap daerah di Indonesia, banyak prestasi yang diraih Indonesia dalam bidang pendidikan, turunnya angka pengangguran di Indonesia karena kualitas pendidikan yang bagus, dan tentunya dapat bersaing dengan negara lain.
Semua hal yang diungkapkan di atas hanya sebagian kecil dari masalah pendidikan yang perlu diperbaiki, masih banyak harapan dari warga Indonesia yang menginginkan agar pendidikan Indonesia menjadi lebih baik yang tentunya tidak lepas dari tanggung jawab pemerintah saat ini. Semoga dengan banyaknya essay yang dikirim pelajar Indonesia menjadikan inspirasi cerah untuk pendidikan di Negara tercinta, Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)

